Friday, September 30, 2011

Bantulah Aku Melawan Nafsu



Mujahadah
Itu yang pasti
Ya rabbi, kau maha mengetahui
Lahir batinku
Ampunkan aku
Pada setiap kali aku tewas....

Ianya hanya sebuah lagu. Namun yang pasti liriknya perlu untuk dihayati. Di insafi.. 

Tahniah kepada kumpulan Mawaddah yang melahirkan lagu-lagu bermutu, di mana liriknya begitu menusuk dan bermakna sekali. Alhamdullilah. 



Bantulah Aku Melawan Nafsu

.: Mawaddah :.


Telah aku lawan nafsuku setiap waktu
Ku cuba berkali-kali, ku gagal lagi
Aku tak putus asa, ku lawan lagi
Namun aku tak mampu, ku kalah jua

Oh Tuhan, bantulah aku mudahkan aku
Melawan nafsu ini yang merosakkanku
Agar aku tak terhalang untuk menuju-Mu
Tolonglah aku Tuhan, Kasihanilah aku jangan Engkau biarkan aku

Tuhan, bantulah aku
Kasihani aku jangan biarkanku bantulah aku selalu
Aku tak putus asa
Oh ku tetap berjuang dengan mengharap bantuan dari-Mu

Kalaulah Engkau terus membiarkanku
Ku akan berterusan ke lembah dosa
Oh Tuhan, nafsu dan syaitan sering mengganggu aku
Setiap hari ia memusuhi ku ketika ku ingin mentaati-Mu

Jangan biarkan aku keseorangan
Menghadapi syaitan dan nafsuku
Aku ingin mentaati-Mu, ku ingin redha-Mu
Kalau Engkau biarkan aku
Ku akan kecewa nanti

Tuhan, ku akan mencuba lagi
Melawan nafsu dengan bantuan-Mu
Dan rahmat-Mu Tuhan

Di dalam sembahyang ini kuharapkan-Mu
Berikan padaku cinta dan takutkan-Mu
Sebagai pengawalku dari nafsuku
Bukankah itu janji-Mu kepada hamba-Mu

Oh Tuhan, bantulah aku menghayati sembahyangku
Agar ku dapat merasakan kebesaran-Mu
Hingga aku tak membesarkan selain-Mu
Dengan rasa itu kuharap
Moga ku kan dapat melawan syaitan dan tipuan nafsuku

Tuhan, dalam sembahyangku
Bersihkan jiwaku, lemahkan nafsuku, selamatkanlah diriku
Suburkan rasa kehambaan
Dan kekalkan rasa itu di dalam seluruh kehidupanku




Do Help Me Fighting Lust [English version]


I had fought my lust every moment
I tried many times yet I failed
I didn't give up and I fought again
But I couldn't afford
I failed at last

O Lord, do help me, make easy for me
To fight this lust that is destroying me
May I'm not halted to reach You
Please help me Lord
Have mercy on me, don't let me be

Lord, do help me
Have mercy on me, don't let me be, do help me always
I don't give up, I keep on fighting by hoping help from You

Should You let me be on my own
I'll ceaselessly be in the sinful valley
O Lord, lust and satan always irritate me
Everyday they hold grudge on me whenever I want to be diligent to You

Don't leave me alone
Facing satan and my lust
I want to obey You, I want Your Please
Should You let me be, I'll be down then
Lord I'll try again fighting lust by Your help and Your blessing Lord

In this prayer I count on You
Do bestow upon me love and fear to You
As my guardians from my lust
Isn't it Your Promise to Your slaves?

O Lord, help me focus in my prayer
May I could feel Your Mightiness
Till I see everything is small, but You
By that feeling I hope at last I'll be able to fight satan and my cunning lust

Lord, in my prayer, clean up my soul, make feeble my lust
Do save myself, cultivate feeling of slavery in me
Make it stay put for my entire life


video
(arabic version)





Monday, September 26, 2011

Something to ponder

Bismillah


I've been watch Fireproof again. Just nice to see and think how a marriage being saved from a very thiny way by Caleb's father.  Something to learn on the interaction and communication between a couple of husband and wife. And of course, at the end, we shoud come back to the nature, which the One and the Only who give the strength to overcome all those things. The Almighty. =)

I'm not married yet, but inshaAllah looking forward for it. Allah knows better the most suitable time for us, right?





Just something to ponder, those quotes from some scenes, always make my mind spinning and  thinking. Those words are meaningful to me..


If the temptation arises, choose not to say anything. It's better to hold your tongue than to say something you'll regret.



Be quick to listen, slow to speak and slow to get angry.



"When a man is trying to win the heart of a woman, he studies her. He learns her likes,dislikes, habits, and hobbies. But after he wins her heart and marries her, he often stops learning about her. If the amount he learn about her before marriage was equal to a highschool degree, he should continue to learn about her until he gains a college degree, a master's degree and ultimately, a doctorate degree. It is a lifelong journey that draws his heart ever closer to hers"


Sound interesting right? ^^



And the part that I concerns and learn from that, which is Honour to Your self ! Don't  talk about honour to your partner if there is no honour at all to you own.


What Catherine (Caleb's wife) was true. Indeed.

"What was on the computer screen was honourable? When you are alone, that's was you default to and there is nothing honourable about! " (Caleb's watch some sorts of ....)


And another part which I prefer to :

"How can someone show love over and over gain when they're constantly rejected?

and Caleb's father reply:

"It's not because I'll get some reward out of it. God loves you eventhough you don't deserve it. Eventhough you rejected Him. Spat in His face"


Oh. How touched..


And this is something to ponder. Deeper.



Watch Out for Parasites


A parasites is anything that latches onto you or your partner and sucks the life of your marriage. They usually in the form of addiction like gambling, drugs and pornography.



They promise pleasure, but they grow like a disease and consume more and more of your thoughts, time and money.  


They steal away your loyalty and heart from those you love. Marriages rarely survive if parasites are present.


If you love your wife, you must destroy any addictions that has your heart. If you don't, it will destroy you!




And the words given by Caleb's bestfriend:


"And don't just follow  your heart, because your heart can be deceived , but you got LEAD your heart "




That was so inspiring film. Alhamdullilah. May we reflect it to our "work" and at any situation in our daily life.








P/s : Ya Allah, tarbiyahkanlah kami dengan apa jua cara yang Kau sukai. Amin ya rabb.













Sunday, September 11, 2011

Koran by heart

How many of us learn quran by heart?

Subhanallah! Those kids made me into tears. Very inspiring video. The most overwhelmed documentary.

Mesti tonton!



Koran by Heart from MuslimCommunityTV on Vimeo.





Suaranya persis burung-burung menyanyi di angkasa. Air mata jatuh berguguran tatkala kanak-kanak ini melantunkan ayat-ayat suci ini. SubhanaAllah.  Tempat ke-3. Nabiollah, 10 tahun. Dari Tajikistan.







Namanya Djamil. 10 tahun. Dari Senegal. Dia keseorangan di sana tanpa ayah dan ibu menemani, memberi sokongan. Walaupun tidak berjaya, saya kagum dengan keberanian dan ketabahan yang dimiliki beliau. Such an amazing boy.







Rifdha nama diberi. 10 tahun dari Maldives. Satu-satunya kanak-kanak perempuan yang memasuki pertandingan hafazan tersebut selain seorang hafizah berusia 17 tahun. Berjaya mendapat tempat ke-2. Memiliki otak cerdas kerana memperoleh kecemerlangan dalam pelajaran dan seorang hafizah. Sangat meminati subjek Matematik dan Sains. Sungguh ianya suatu kurniaan Allah buatnya dan untuk hamba-hambanya berfikir akan kebesaran tuhan lalu bersyukur.









p/s : Jom usaha memperbaiki bacaan. Berusaha berdikit-dikit untuk belajar menghafaz. Moga suatu hari nanti, ada pewaris yang dilahirkan sebagai huffaz cemerlang seperti kanak-kanak ini, dalam kalangan keluarga, masyarakat dan negara. InsyaAllah. Ameen.

Friday, September 9, 2011

Cahaya Itu

Kali terakhir aku menatapi bait-bait indah Fi zilal Quran ini, lebih kurang beberapa bulan yang lepas. Ya. Berbulan-bulan yang lalu. Agak lama juga sebenarnya. Itupun kerana ianya berkaitan dengan topik usrah yang diminta oleh naqibah ku untuk kami melakukan sedikit pembacaan terlebih dahulu sebelum berbincang dan menghurai lanjut mengenainya.



Ah. Tidak ku nafikan. Bahasanya terkadang agak berat dan berkias, namun itu tidak bermaksud aku langsung tidak berminat menancapnya. Kerana aku dapat merasakan di sebalik setiap bait perkataan yang Sayyid Qutb lantunkan begitu banyak maksud yang tersirat. Begitu banyak yang tersirat. Seperti yang dikatakan oleh naqibah ku, terkadang bahasa Melayu pun tidak mampu meluahkan maksud di sebalik perkataan Arab yang digunakan. Kerana ianya begitu spesifik. Begitu mendalam maksudnya.



Namun, bila memikirkan latar belakang kisah As syahid Sayyid Qutb saat menulis karangan ini, sungguh ianya benar-benar suatu keajaiban bagiku dan begitu menyentuh perasaan. Beliau menulis di sebalik jeriji-jeriji besi, di penjara yang terhimpun beribu kisah rahsia.  Dan di situ jua lah beliau merasakan, tika itu, setiap detik hidupnya dinaungi dengan al-Quran. Seolah-olah setiap bait al Quran itu berbicara dengannya. Bersama Allah Azzawajalla.



***********



Beberapa hari yang lepas, entah bagaimana aku terjumpa naskhah ini di bahagian belakang rumah. Naskhah yang agak usang dan sedikit kotor. Berkumpul bersama timbunan buku-buku lama. Aku menatapi lebih dekat. Astagfirullah!






Aku kira, naskhah ini begtu suci untuk diletakkan di merata tempat.

"Ah. Mungkin semua orang tak perasan!" Getus hatiku.

Atau mungkin, mereka tidak begitu arif dan tahu betapa karya agung ini amat bernilai sekali kandungannya. Meskipun agak kusam begitu, namun kandungan dan tulisannya masih jelas dan boleh dibaca tanpa masalah. Alhamdullilah. Tidak mengapa. Aku tidak perlu menuding jari pada sesiapa. Tidak ada gunanya. Ya. Ianya sebuah naskhah Tafsir Fi zilal Quran, Tafsir di bawah naungan al-Quran!



Ku kuis-kuis habuk-habuk yang terlekat di sekitar permukaannya. Berhabuk dan agak lama buku itu. Ku selak muka surat pertamanya. Diterbitkan kali pertama pada 1980 dan kedua pada tahun 1981. Namun, penulisnya selesai menterjemah pada tahun 1979. Terbitan ABIM. Penterjemah bernama Siddiq Fadil. Kata pengantar si penulis bertarikh 5 Julai 1979 bersamaan 10 Sha'ban 1399H. Oh! Sungguh nostalgia buku ini! Pastinya menyimpan seribu satu cerita yang tidak terungkap. Aku cuba menatapi beberapa rangkai kata di dalamnya. Ya! Ianya bukan dalam versi Indonesia. Ianya versi Bahasa Malaysia! Lantas hatiku berbunga-bunga kerana pasti ia akan lebih memudahkan aku memahami setiap patah perkataan yang diterjemah.





Sejenak aku terfikir. Allah telah mengaturkan aku untuk aku terjumpa risalah ini. Allah telah merancang untuk aku bertemu risalah ini dan untuk melihat aku. Bagaimana aku mengguna risalah ini. Kerana aku sedar, kebelakangan ini, aku sedikit tidak tenang. Entah kenapa. Selalu dibuai perasaan. Terkadang emosi. Aku bukan dalam tempoh menstruasi di mana hormon memainkan peran. Jiwa terasa kosong.


Hah! itulah. Bila mana diri tidak diisi dengan bahan-bahan tarbiyah dan terlalu asyik dengan 'skrin kaca' itu! Bila mana kurangnya lidahmu dengan zikr dan bilamana titik hitam itu seolah bercambah! Ditambah dengan kehausan untuk berhalaqah bersama sahabiah dan para mad'u!" Aku menempelak diri sendiri. 


Oh. Betapa aku sedar. Kelapangan yang Allah kurniakan ini benar-benar menguji. Kelapangan yang terkadang aku sia-siakan. Allah telah memercikkan cahayaNya padaku. Yang terkadang aku endahkannya! Ampun kan aku Ya Rabb. Ampunka aku.

Aku analogi cahaya itu begini..



Seperti sebuah rumah, cahaya matahari atau apa jua sinar yang datang dari luar rumah, tidak akan dapat memasuki ruang lingkup rumah itu, sekiranya tingkap atau pintu tidak dibuka. Mungkin hanya liang-liang dan lubang-lubang kecil yang mampu menyusup halus ke dalam rumah tanpa disedari. Dan mungkin jua bayang-bayang cahaya yang menyimbah ke ruang itu..."



Begitu juga halnya pada kita. Hakikatnya, Allah telah acap kali mengurniakan kita cahaya. Seringkali begitu.. Cahaya untuk memiliki kebahagiaan hakiki. Cahaya ketenangan jiwa. Cahaya menuju negeri kekal abadi. Namun, selagi mana kita tidak membuka pintu hati ini untuk meletakkan cahaya itu di dalamnya, sampai bila-bila pun kita tidak akan memperoleh cahaya itu. 



Itulah dia. Hambanya yang sering khilaf...Tidak pernah mengerti dan bersyukur!








Kata bintang : Aku malu pada bulan. Bila mentari hilang. Dia muncul beri sinaran.


Kata bulan pula : Aku malu pada bintang-bintang. Walau terlalu jauh, tetapi tetap bersinar beri panduan pada orang yang sesat di lautan.


Kata manusia: Aku malu pada pencipta bulan dan bintang. Walau seberapa banyak cahaya yang Dia berikan, aku tetap sesat hilang arah tujuan... 




Istighfar...  


Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah (dengan menyebut nama Allah) dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan berzikirlah pada waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu, dan para malaikatNya (memohon ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang percaya (beriman) " 
(Al ahzab, 33: 41-43) 




Suka akan bait-bait puisi Langit Ilahi (Hilal Asyraf) : 


Dia Tidak Membalas Dengan Suaranya 



Cakap pada Tuhan,
Aku kesunyian,
Dia tidak membalas dengan suaraNya, 
Tetapi bila melihat penciptaan
Terasa Dia menemaniku sentiasa


Cakap pada Tuhan,
Aku perlukan teman dari kalangan insan
Dia tidak membalas dengan suaraNya
Tetapi bila sabar dalam melalui perjalanan
Terasa dia mempertemukan aku dengan orangNya...




P/s: Peringatan untuk diri. Moga istiqamah. Moga Allah tsabatkan untuk terus berada dalam saf-saf itu...